Selasa, 15 Maret 2016

Topeng yang bercermin




Tadinya pengen nulis dari beberapa ide yang udah kekumpul. Tapi gak tau kenapa semua ide itu buyar seketika dan jadi mengarah ke suatu hal yang nyampe sekarang membuat raga dan pikiran ini semakin tertekan cenderung dalam keadaan ketusuk terus ditembakin sama temen – temen sendiri, hahaha. . .
Kali ini sedang pengen aja nulis sebuah Cerita – cerita (efek baca komik)….


(Topeng yang sedang bercermin)
“ Mereka tau tapi pura – pura gak tau, mereka liat tapi pura – pura gak liat." Ya, itulah yang ada di pikiran gue. "Mungkin ini hanya prasangka, tapi entah kenapa rasanya kayak gue berada di posisi yang menurut gue sendiri bisa dibilang ini kasus pengabaian masalah terbesar  yang gue alamin."
 Mereka berkata, “ kita harus berjuang bersama, menolong mereka untuk itulah kita disini.” Kurang lebih kayak gitu. Ya, itu memang yang biasanya pasti dilakukan. Lalu pertanyaannya bagaimana jika yang berada dalam kesulitan itu teman seperjuangan mereka di masa lalu, yang sedang dalam keadaan darurat, tapi di satu sisi mereka sudah berada di tempat yang berbeda cenderung nyaman aman bagi mereka.Apakah mereka berani melakukan gambling untuk menolong orang yang pada saat dulu mereka sebut teman itu ?
  Jawabannya, ya orang itu mungkin bisa ditolong dengan kemungkinan 1 : 99, artinya jika ada orang yang menolongnya meskipun itu hanya seorang,maka pemuda itu orang tertolong. Karena sesungguhnya yang diharapkan orang itu bukan tentang sebuah solusi dari masalah yang ia alami, melainkan keberadaan seseorang yang bisa dijadikan sebagai tempat setidaknya mendengarkan apa yang di alaminya.
Tapi  masalah yang memang tidak ada jalan keluarnya menurut semua orang itu, di dalam pikiran pemuda itu sebenarnya ia menemukan sebuah jawaban. Tapi ia tidak dapat melakukan atapun mengatakannya, karena walau dibilang sebuah jawaban sebenarnya hal itu cenderung gambling.
Mengapa demikian ?
Karena dalam kondisinya saat ini ia memang tidak bisa berbuat apa pun untuk menolong dirinya sendiri,Tapi jika diantara teman – temannya ada yang menyadarinya dan melakukan hal tersebut, maka ia bisa terselamatkan. Ketika waktu terus berjalan, teman – temannya masih tidak melakukan apapun.
Kemudian pemuda itu berpikir,” tentu saja tidak akan ada yang ingin  menolong seseorang yang dalam keadaan bahaya, apalagi jika mereka sudah berada di tempat yang aman.” 
Continued . . . .
 (Baru prolog) \(^-^")

0 komentar:

Posting Komentar