Tadinya pengen nulis dari beberapa ide yang udah kekumpul. Tapi gak tau kenapa semua ide itu buyar seketika dan jadi mengarah ke suatu hal yang nyampe sekarang membuat raga dan pikiran ini semakin tertekan cenderung dalam keadaan ketusuk terus ditembakin sama temen – temen sendiri, hahaha. . .
Kali
ini sedang pengen aja nulis sebuah Cerita – cerita (efek baca komik)….
(Topeng
yang sedang bercermin)
“
Mereka tau tapi pura – pura gak tau, mereka liat tapi pura – pura gak liat."
Ya, itulah yang ada di pikiran gue. "Mungkin ini hanya prasangka, tapi
entah kenapa rasanya kayak gue berada di posisi yang menurut gue sendiri bisa
dibilang ini kasus pengabaian masalah terbesar
yang gue alamin."
Mereka
berkata, “ kita harus berjuang bersama, menolong mereka untuk itulah kita
disini.” Kurang lebih kayak gitu. Ya, itu memang yang biasanya pasti dilakukan.
Lalu pertanyaannya bagaimana jika yang berada dalam kesulitan itu teman
seperjuangan mereka di masa lalu, yang sedang dalam keadaan darurat, tapi di
satu sisi mereka sudah berada di tempat yang berbeda cenderung nyaman
aman bagi mereka.Apakah mereka berani melakukan gambling untuk menolong orang
yang pada saat dulu mereka sebut teman itu ?
Jawabannya, ya orang itu mungkin bisa ditolong dengan kemungkinan 1 : 99,
artinya jika ada orang yang menolongnya meskipun itu hanya seorang,maka pemuda
itu orang tertolong. Karena sesungguhnya yang diharapkan orang itu bukan
tentang sebuah solusi dari masalah yang ia alami, melainkan keberadaan
seseorang yang bisa dijadikan sebagai tempat setidaknya mendengarkan apa yang
di alaminya.
Tapi masalah yang memang tidak ada jalan keluarnya
menurut semua orang itu, di dalam pikiran pemuda itu sebenarnya ia menemukan
sebuah jawaban. Tapi ia tidak dapat melakukan atapun mengatakannya, karena
walau dibilang sebuah jawaban sebenarnya hal itu cenderung gambling.
Mengapa
demikian ?
Karena
dalam kondisinya saat ini ia memang tidak bisa berbuat apa pun untuk menolong
dirinya sendiri,Tapi jika diantara teman – temannya ada yang menyadarinya dan
melakukan hal tersebut, maka ia bisa terselamatkan. Ketika waktu terus
berjalan, teman – temannya masih tidak melakukan apapun.
Kemudian
pemuda itu berpikir,” tentu saja tidak akan ada yang ingin menolong seseorang yang dalam keadaan bahaya,
apalagi jika mereka sudah berada di tempat yang aman.”
Continued
. . . .
(Baru prolog) \(^-^")







0 komentar:
Posting Komentar